KATAKAN SEPENUH CINTA

Oleh : Joko Wahyudiono

 

Ayah dan Bunda, anak kita sejatinya terlahir seperti kertas yang putih bersih tanpa noda. Kita, orangtuanya yang “membentuk” mereka menjadi anak-anak yang baik atau sebaliknya. Tentu saja semuanya dengan bimbingan Allah Yang Maha Mengatur. Orangtua dan keluarga adalah lingkungan pertama dan terdekat yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakter mereka.

 

Para orangtua yang mengharapkan anaknya menjadi baik, apalagi yang menginginkan mereka menjadi seorang hafidz qur’an maka harus menyediakan lingkungan istimewa. Lingkungan ini merupakan “ruang” terbaik untuk pertumbuhan anak-anak secara spiritual, mental dan fisik.

 

Kalimat positif berupa motivasi, do’a dan ayat-ayat suci adalah sebagian dari contoh dari beberapa kalimat yang sebaiknya diucapkan berulang-ulang, sepenuh cinta. Ketika bangun tidur, bekali anak-anak dengan kalimat seperti: “…..anak sholih, ayo kita tidur dulu …..supaya besok bisa bangun sebelum shubuh. Mari kita baca do’a dulu ya….”. Kemudian kita setelkan muratal alqur’an dengan suara lembut. Ketika bangun tidur, kita sambut dia dengan pembuka : “…….anak sholih, sudah waktunya bangun ……. sebentar lagi kita shalat shubuh. Kita baca do’a yuk….”. Setelah itu anak kita bimbing untuk wudhlu, berpakaian rapi dan berangkat ke masjid. Itu adalah beberapa contoh bagaimana memperlakukan anak kita saat mengantar dia tidur dan menyambutnya saat bangun.

 

Dari pola asuh yang demikian, setidaknya kita telah mendidik anak kita agar :

  1. Berbicara dengan kalimat yang baik dan penuh cinta.
  2. Mengajarkan betapa pentingnya berdo’a ketika mengawali dan mengakhiri setiap kegiatan.
  3. Menempatkan shalat sebagai salah satu kegiatan penting dalam kehidupan.
  4. Membiasakan shalat ke masjid, sebagai pola kegiatan rutin menyenangkan.

 

Itulah sekelumit pengalaman dalam mendidik anak, semoga bermanfaat. Silakan like dan share.