Artikel

Minggu, 22 Desember 2013   06:36:56

JELAJAHI KEMAMPUAN ANAK

Mata anak-anak adalah cahaya. Anak-anak punya segudang imajinasi dan ide-ide. Kemampuan anak tidak terbatas. Melampaui ruang-ruang ketidakmungkinan. Melihat segala kemungkinan. Menyelami palung-palung dan dasar lautan imajinasi. Mendaki tingginya gunung. Melesat ke atas langit. Menjelajah seluas angkasa. Anak-anak memiliki banyak ide yang ingin ditampilkannya dan dihargai. Sayangnya, lingkungan lebih sering membunuh kreativitas dan bakat-bakat alami mereka daripada menumbuhkannya. Menurut Munif Chatib, sesungguhnya lingkunganlah yang banyak berperan membentuk konsep diri anak. Komponen lingkungan itu adalah orang tua, guru, teman, dan orang lain di sekitarnya. Jika orang tua atau lingkungan anak gemar melakukan discovering ability maka dalam diri anak akan terbangun konsep diri...

Baca Selengkapnya
Sabtu, 21 Desember 2013   05:20:03

BANYAK BAKAT = ANAK BERHASIL?

Menurut Indri Savitri, Psi., M.Psi., Counseling & Education Manager dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), setiap anak pasti memiliki bakat. “Anak dengan bakat musik, akan mampu menghasilkan suara musik saat diberi instrumen. Anak dengan bakat kinestetik (olahraga), mungkin memilki kelenturan tubuh yang membantunya menjadi perenang atau olahragawan lainnya. Hanya saja, bila bakat ini tidak diasah, ya tidak akan menjadi apa-apa”. Indri kemudian merujuk kepada model bakat atau gifted yang dibuat oleh Joseph Renzulli, seorang profesor psikologi pendidikan dari University of Connecticut. Menurut Renzulli, seorang anak dikatakan berbakat bila memiliki kemampuan belajar di atas rata-rata (meliputi kemampuan menyerap informasi dan...

Baca Selengkapnya
Jumat, 20 Desember 2013   05:07:14

PRINSIP-PRINSIP KECERDASAN MAJEMUK

  Kecerdasan majemuk bukan sekedar beragam jenis kecerdasan. Ada 6 prinsip kecerdasan majemuk yang mengubah cara pandang kita terhadap kecerdasan.    Pengertian Spearman membentuk pengertian kita mengenai kecerdasan sampai saat ini. Spearman menyatakan pengertian kecerdasan sebagai kemampuan kognitif general yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Akibatnya, diciptakan tes standar untuk mengukur IQ dan mengukur luaran belajar melalui tes prestasi kognitif akademis.   Karena kerja keras Howard Gardner, paradigma kita dalam memahami kecerdasan mulai bergeser. Representasi dari pergeseran tersebut adalah berubahnya pertanyaan dari “Secerdas apa kamu?” menjadi “Bagaimana kamu menjadi cerdas?” Inilah efek dari perkembangan kecerdasan majemuk.   Gardner memang bukan satu-satunya...

Baca Selengkapnya
Kamis, 19 Desember 2013   05:04:52

APA ITU KECERDASAN?

  Kecerdasan banyak direduksi maknanya semata sebagai kemampuan berlogika atau capaian akademis. Apa sebenarnya kecerdasan itu? Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun dan agak tuli, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas yang ditulis oleh gurunya. Kertas tersebut diberikan kepada ibunya. Bunyinya seperti ini: “Tommy, anak Ibu, sangat bodoh. Kami minta Ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah” Sang ibu merasa terpukul. Namun, ia bertekad akan mendidik anaknya sendiri. Ia yakin bahwa Tommy bukan anak yang bodoh. Tommy hanya sempat mengenyam pendidikan formal selama 3 bulan, selebihnya, Tommy dididik oleh ibunya. Saat usianya 12 tahun, Tommy menghidupi dirinya dengan menjual koran, buah...

Baca Selengkapnya
Rabu, 18 Desember 2013   04:59:19

KECERDASAN MAJEMUK ANAK, TEMUKAN DAN KEMBANGKAN

  Seperti banyak jalan menuju Roma, ternyata baca jalan pula menjadi cerdas. Setidaknya ada 8 kecerdasan majemuk agar anak menjadi cerdas. Apa saja?  Pengertian mengenai kecerdasan sebagaimana pandangan Spearman telah membuat kita meyakini hanya satu cara agar anak menjadi cerdas. Pengertian kecerdasan menurut Spearman adalah kemampuan kognitif general yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Karena itu, banyak orang tua bertanya “seberapa cerdas anak saya” dan mencari jawaban dari hasil ujian yang dinyatakan dengan angka. Padahal kenyataannya, setiap anak bisa menjadi cerdas dengan jalannya masing-masing. Kenyataan tersebut yang kemudian diteorikan menjadi kecerdasan majemuk oleh Howard Gardner. Satu dari 6 prinsip kecerdasan...

Baca Selengkapnya
Selasa, 17 Desember 2013   04:53:20

INILAH CARA MENEMUKAN AKAT ANAK, MAU MENCOBA?

Cara paling efektif menemukan bakat anak bukanlah dengan tes maupun ujian. Cara paling efektif menemukan bakat anak hanya bisa dilakukan orang tua. Bagaimana caranya?  Ibu Pertiwi pernah membahas dalam posting sebelumnya bahwa setiap anak itu cerdas karena kecerdasan itu beragam. Keragaman kecerdasan itu seringkali dikomunikasikan dengan istilah yang beragam pula meski maknanya tidak jauh berbeda. Ada yang menggunakan istilah kecerdasan, kekuatan atau bakat. Howard Gardner menyebutkan setidaknya ada 8 kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Setiap orang tua ingin anaknya jadi cerdas, punya kekuatan ataupun terasah bakatnya. Pada sisi lain, ada banyak ahli menawarkan jasa untuk menemukan bakat anak melalui...

Baca Selengkapnya
Senin, 16 Desember 2013   09:53:25

CARA MENDIDIK ANAK

Mendidik Anak seharusnya kita berikan semenjak anak masih dalam kandungan lagi. Islam amat menitik beratkan dalam hal memberikan pendidikan sejak dari dalam kandungan sampai anak mencapai usia dewasa. Pemahaman agama yang baik akan banyak mempengaruhi dalam hal pembentukan akhlak dan peribadi mulia seorang anak kelak nanti. Islam memperkuat pandangan perlunya pendidikan sebelum kelahiran bermula dari sejak sebelum terciptanya janin. Hal ini dibuktikan dalam Al-Quran dalam beberapa surah, diantaranya: Penciptaan janin harus berasal dari pasangan yang sah. Bukan hubungan perzinahan. Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan...

Baca Selengkapnya
Sabtu, 14 Desember 2013   05:03:49

MENDIDIK ANAK UNTUK HIDUP ISLAMI CARA LUKMAN AL HAKIM

Sebenarnya mendidik anak hidup Islami dan membentengi mereka dari kesesatan, tidak sulit mencarinya dalam Al-Qur’an. Prinsip-prinsip pendidikan anak yang Islami sangat jelas disampaikan dalam kisah Luqman al-Hakim berikut ini: 1. Aqidah Yang Kuat (وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13 “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13) Bahasan yang paling awal dididikkan kepada anak adalah tentang keyakinan kepada Allah, Al-Ahad. Itulah pondasi pendidikan yang pertama dan utama ditanamkan...

Baca Selengkapnya
Rabu, 11 Desember 2013   05:43:45

PENDIDIKAN ANAK METODE RASULULLAH (USIA 4 – 10 TAHUN)

Menasihati dan Mengajari Saat Berjalan Bersama Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas ketika diajak jalan bersama Rasulullah di atas kendaraan beliau. Dalam perjalanan ini, beliau mengajarkan kepadanya beberapa pelajaran sesuai jenjang usia dan kemampuan daya pikirannya melalui dialog ringkas, langsung dan mudah. Rasulullah bersabda, “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia persatu padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali...

Baca Selengkapnya
Selasa, 10 Desember 2013   05:38:53

MEMBANGUN KARAKTER SEJAK PENDIDIKAN USIA DINI

Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia. Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku...

Baca Selengkapnya