Artikel Terbaru

Sabtu, 31 Januari 2015   05:01:38

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial. Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan...

Baca Selengkapnya
Jumat, 30 Januari 2015   06:05:31

Bukan Uang yang Bicara

“MBAK Wid, kalau saya jadi orang kaya, mungkin anaknya gak akan dua,” seorang teman berkata demikian ketika saya berkunjung ke rumahnya. “Lho, memangnya kenapa?”,saya bertanya keheranan. “Iya lah, kalau saya kan ekonominya belum mapan, jadi kalau punya anak banyak repot. Kalau sudah mapan lebih baik banyak saja anaknya, gak usah dua,” imbuhnya. Suatu hari, teman saya yang sangat kaya mengatakan bahwa anaknya ketika kelas 3 SD diberi hadiah ulang tahun mobil Mercy seharga Rp3 milyar oleh kakeknya. Hingga beberapa waktu lalu, teman saya ini bercerita, “Mbak Wid, saya syok, selama ini saya sibuk ngurus perusahaan, ayahnya juga begitu, anak dijaga...

Baca Selengkapnya
Kamis, 29 Januari 2015   06:01:52

Berbicaralah “Dengan” Anak, Bukan “Kepada” Anak

“BUNDA, gambarnya besar lho…” seorang anak 9 tahun berbicara kepada ibunya. “Iya,” ibunya merespon ucapan si anak. “Bunda, gambar jeruknya besar, warnanya kuning,” kembali anaknya berkata. Sambil memegang handphone-nya sang ibu kembali berucap, “iya.” “Bunda, asal iya kan? Dari tadi Bunda cuma ‘iya-iya’ aja. Bunda, kenapa asal iya aja?” tiba-tiba nada suara anak ini meninggi lalu histeris menangis. “Iya, maksudnya, Bunda sudah lihat gambarnya,” sang bunda mencoba menjelaskan namun anak ini tidak juga menghentikan tangisannya. *** “Mama pergi ya, cepet bangun,” teriak seorang mama ketika anaknya mogok berjalan di sebuah tempat rekreasi. Bukan mendengar perintah mamanya, anak yang usianya 4...

Baca Selengkapnya
Rabu, 28 Januari 2015   05:58:17

Memeluk Buah Hati Seperti Rasulullah

HARI yang cerah, namun cukup menyedihkan. Informasi dari guru membuat saya pilu. Seorang anak laki-laki menangis, karena tidak dipinjamkan mainan oleh temannya. Guru mendekati kemudian berkata, “Oh ada yang sedang sedih ya, mari Bapak peluk!” Tiba-tiba anak ini bergerak, tangisnya berhenti lalu berkata, “Nggak mau!” Gurunya bertanya, “Kenapa?”. Anak ini hanya diam seribu bahasa. “Suka dipeluk ayah di rumah?” tanya guru. Jawabannya hanya gelengan kepala. “Bunda suka meluk?” kembali sang guru bertanya. Sambil terisak menahan tangis, ia menjawab, “Bunda sukanya meluk dede…” Beberapa hari kemudian, ada anak lain yang tiba-tiba memeluk gurunya seraya berkata, “Mama ku tidak suka meluk, sukanya...

Baca Selengkapnya
Selasa, 27 Januari 2015   05:55:12

Nanti Bajunya Kotor, Mama Kan Capek Nyucinya!

“ADE, nggak boleh main air, nanti bajunya basah,” bunda Ade tiba-tiba berteriak. Saat itu ade yang berusia 2 tahun lebih beranjak menuju keran air. Ade menghentikan langkahnya, kemudian berkata “Mau cuci tangan, Nda.” “Nggak boleh di situ,” tukas bunda. “Ayo bunda gendong, di dalam aja cuci tangannya.” Saya pun menghampiri kemudian bertanya, “Bun, Ade kenapa kok digendong?” “Biasa Mi, suka pura-pura cuci tangan padahal mau main air,” jawab bunda. “Ooh begitu, memangnya kenapa kalau Ade main air?” tanya saya kemudian. “Waduh repot Mi, nanti bajunya basah, terus semua jadi kotor, baju kotor, halaman kotor, kerjaan saya nambah, nyuci jadi banyak,...

Baca Selengkapnya
Senin, 26 Januari 2015   06:48:01

Belajar Berhitung dari Mamalia

“IBU, sudah ya, anak saya jangan diajari menggambar atau mewarnai aja. Anak saya mau berhitung!” Seorang ibu berkata kepada guru anaknya. “Maksud Ibu apa?” anya guru. “Anak saya bosen kalau menggambar terus. Dia mau tambah-tambahan juga kali-kalian,” jawabnya. Lalu datang ibu yang lain menghampiri, kemudian berkata, “Kok susah ya ngajarin anak saya angka, dia gak hapal-hapal. Saya kasih tau ini angka 6,ini 7, e.e.e. bolak-balik salah terus, tolong ya bu disekolah diajarkan, supaya anak saya hapal sampai 100.” Ada juga ibu yang lain yang datang kemudian, lalu berkata, “Bu, nanti anak saya kasih PR ya, pokoknya PR-nya harus tambah-tambahan, kalau...

Baca Selengkapnya
Minggu, 25 Januari 2015   06:44:14

Saya pun Berbaik Sangka pada Pelangi

SAAT tiba waktu mandi, saya bertanya pada Pelangi—anak kedua saya perempuan, “Mau mandi di kamar mandi yang mana? Ummi mau bantu siapkan airnya?” Ia menjawab, “Kamar mandi Ummi.” “Baiklah,” tukas saya. Lantas bergegas menyiapkan air untuknya. Waktu semakin bergerak. Saya harus bersegera berangkat keluar kota. Sebenarnya hampir mendekati limit sehingga dipastikan saya akan kesiangan. Pelangi masih asyik mandi, saya pun mengingatkan. “Pelangi, mandinya lancar ya, waktu di kamar mandinya 5 menit lagi…” Dari kamar mandi terdengar suara, “Iya.” 5 menit kemudian ia pun berkata, “Sudah mandinya,” seraya bergerak meninggalkan kamar mandi. Namun ketika bergerak keluar ia tidak segera menuju kamarnya,...

Baca Selengkapnya
Minggu, 25 Januari 2015   05:51:23

Siapa Bilang Dia Bodoh?

ABANG panggilannya. Ketika mama Abang datang ke sekolah, sempat terbersit di pikiran saya “Bisa tidak ya menerima amanah ini?” Tak selang berapa lama hati ini berkata, “Bismillah saja, inshaAllah pasti bisa.” Abang masuk ke sekolah kami setelah mendapat rekomendasi seorang psikolog. Saya agak tersipu. Saya begitu tersanjung dengan rekomendasi tersebut. Sekolah kami tidak semewah sekolah swasta lain di kota itu. Sekolah yang amat sangat sederhana. Di sekolahnya yang lama, Abang dituduh sebagai penghambat. Abang diberi label anak terlambat. Orang tua Abang dipanggil sang wali kelas yang mengatakan bahwa pihak sekolah tidak sanggup lagi diamanahi Abang. Guru teramat sangat kerepotan. Abang diputuskan...

Baca Selengkapnya
Sabtu, 24 Januari 2015   06:53:13

Tak Cukup Hanya Minta Maaf dan Selesai

DALAM sebuah kegiatan seminar, ada seorang ibu yang menceritakan bahwa anaknya di-bully di sekolah. “Bu, anak saya memakai kursi roda, sekolahnya di  SD negeri, setiap pulang di tubuhnya terdapat luka lebam. Suatu hari ada orangtua murid yang melihat kejadian ketika seorang anak dengan keras secara sengaja mendorong kursi roda, anak saya terjatuh ke lantai,” tuturnya. “Apa yang harus saya lakukan dengan hal ini?” Suatu hari, keponakan saya mengalami hal yang sama di sekolahnya. “bVsok saya mau datang ke sekolah Pia, ingin marah rasanya. Pia kepalanya dipukul oleh 2 anak ketika pelajaran PAI,” tutur bundanya. Kemudian saya bertanya kepada Pia, “Teteh...

Baca Selengkapnya
Jumat, 23 Januari 2015   07:41:43

Jadi Bagaimana, Sekolah Anak (Anda) Menyenangkan?

“IBU, terima kasih ya aku sudah disekolahkan di Salsabila,” seorang anak berkata seraya memeluk ibunya. “Oh, ya sama-sama Nis,” jawab sang ibu. “Apakah Nisa senang di sekolah?” Mata si anak berbinar. Ia tersenyum. Kemudian berujar riang, “Aku senang sekali di sana, Ibu…” “Ummi, hari ini sekolahnya pulang jam 3 aja ya,”seorang siswa tiba-tiba berkata pada saya. “ Lho kenapa mau pulang jam 3, teman?” tanya saya. “Mau main disini aja ah, seru!” tukasnya. Beberapa waktu lalu, seorang teman datang melihat sekolah. Seraya melihat-lihat anak berkegiatan, ia pun bertanya, “Kalau disini pulangnya jam 13.00 ya, terus anak-anaknya gak bosen? Kalau murid-murid...

Baca Selengkapnya