Artikel Terbaru

Sunday, 18 December 2016   05:30:46

Hukum Menakwil Sifat-sifat Allah Ta’ala (Bagian 2)

Menurut para ulama Ahlussunnah, tafsir dari ayat “yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami” ialah sesungguhnya kapal tersebut selalu dalam pengawasan Allah Ta’ala sehingga terdampar diatas gunung Judiy. Demikian juga dalam kisah Musa Alaihissalam “Dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku,” maksudnya adalah selalu dalam pengawasan dan lindungan Allah bagi orang-orang memelihara dan mengasuh Musa. Contoh lain adalah firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا “Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami.” (QS. At-Thur: 48). Maksudnya, kamu selalu di dalam perlindungan, pemeliharaan dan penjagaan Kami. Semua yang...

Baca Selengkapnya
Saturday, 17 December 2016   05:27:34

Hukum Menakwil Sifat-Sifat Allah Ta’ala

Dewasa ini, ada sejumlah kalangan yang berusaha menafsirkan dan menakwil sifat-sifat Allah Ta’ala dengan beragam alasannya. Ada yang berpendapat, takwil dilakukan agar lebih mudah dipahami oleh kalangan awam. Ada yang mengatakan, takwil itu bisa menambah keyakinan. Terkait hukum menakwil sifat-sifat Allah Ta’ala, salah seorang ulama Arab Saudi bernama Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya. Beliau pun menjabarkan jawabannya sebagai berikut. Takwil dalam hal ini adalah suatu yang perbuatan yang mungkar, tidak boleh hukumnya menakwil sifat-sifat Allah Ta’ala. Semua sifat Allah Ta’ala harus dipahami sesuai sesuatu dengan yang pantas bagi Allah Ta’ala tanpa ada perubahan, penafian, bertanya bagaimana bentuknya atau...

Baca Selengkapnya
Friday, 16 December 2016   05:24:40

Wahai Perempuan, Pelajarilah Seni Berbicara

Salah satu indikasi kecerdasan seorang perempuan tampak dengan jelas dari pembicaraannya dan kemampuannya dalam mengungkapkan kata-kata yang mudah dipahami. Hal ini menambahkan kesan kedekatan hubungan dengan orang-orang yang diajak berbicara, baik keluarganya, suaminya ataupun anak-anaknya. Perempuan yang cerdas mampu membuat spiritnya memuncak. Ia senantiasa menjauhi tema-tema pribadi, seperti kesehatannya, tanggung jawabnya yang harus dipikul sendiri lantaran tidak ada pembantu atau melontar kritik kepada orang lain. Perempuan cerdas juga tidak menguasai pembicaraan dengan cara melarang orang lain berbicara, sehingga menjadi monolog yang membosankan dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Perempuan yang cerdas tidak membicarakan hal-hal bercabang yang memunculkan banyak tafsir. Jika...

Baca Selengkapnya
Thursday, 15 December 2016   05:10:44

Membatasi Keturunan, Bolehkah? (Bagian 2)

Lanjutan dari Membatasi Keturunan, Bolehkah? Pada masa sekarang timbul pernyataan tentang hukum membatasi keturunan. Apakah hukumnya boleh atau tidak? Hal ini pernah ditanyakan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Beliau memaparkan jawabannya sebagai berikut, Masalah ini banyak sekali ditanyakan oleh sejumlah kalangan. Permasalahan ini telah dipelajari oleh Dewan Ulama Senior Arab Saudi dalam daurah (training) dan telah ditetapkan hukumnya, kesimpulannya adalah perempuan tidak boleh mengonsumsi pil anti hamil di luar kondisi darurat. Hal itu karena Allah Ta’ala mensyariatkan hamba-Nya untuk memperbanyak keturunan dengan cara yang dihalalkan. Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ إِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ يَوْمَ...

Baca Selengkapnya
Tuesday, 13 December 2016   05:07:24

Membatasi Keturunan, Bolehkah?

Mempunyai keturunan adalah impian semua orang yang telah melalui jenjang pernikahan karena itu adalah salah satu tujuannya. Keturunan yang shalih dan berbakti adalah idaman semua orang. Orang beriman meyakini bahwa rezeki semua makhluk yang bernyawa sudah ditanggung Allah Ta’ala seperti disebutkan dalam firman-Nya, وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِيْنٍ “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6). Dengan memahami ayat ini, semua orang beriman tidak khawatir...

Baca Selengkapnya
Tuesday, 13 December 2016   05:02:37

Jaga Pandanganmu, Akhwat!

SETIAP harinya seorang wanita tentunya melakuakan pergaulan. Baik dengan sesama wanita ataupun dengan laki-laki. Islam tidak pernah melarang wanita untuk bergaul dengan sesamanya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seharusnya wanita dalam pandangan Islam. Salah satu hal yang harus diperhatikan seorang wanita ketika bergaul adalah menundukkan pandangan. pergaulan wajib bagi wanita menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan seperti aurat laki-laki dan memandang laki-laki dengan syahwat. Dikutip dari kabarmuslimah.com, Allah berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman:...

Baca Selengkapnya
Monday, 12 December 2016   05:58:27

Adab-adab Keluar Rumah Bagi Seorang Wanita

ISLAM sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, telah mengatur sedemikian rupa berkenaan dengan keutamaan dan batasan-batasan sesuai syari’at tentang apa yang seharusnya dikerjakan dan ditinggalkan oleh wanita. Adapun Islam telah mengatur mengenai adab-adab keluar bagi seorang wanita, yaitu: 1. Berhijab (memakai hijab yang syar’i) 2. Tidak memakai wewangian 3. Pelan-pelan dalam berjalan, agar tidak terdengar suara sendalnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ “Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan”. (QS. An-Nuur: 31) Dan pada masa sekarang ini, dengan adanya sepatu atau sandal yang bertumit atau berhak tinggi dan kita dapati para wanita memakainya, sehingga terdengarlah...

Baca Selengkapnya
Sunday, 11 December 2016   05:54:08

Peroleh Pahala Besar, Istri Ajaklah Suami Lakukan 4 Hal Ini

MALAM yang penuh dengan keberkahan dan menjadi hari istimewa bagi umat Muslim ialah malam Jumat. Ya, malam ini seseorang bisa lebih mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nah, malam ini juga bisa menjadi ajang yang baik seorang istri untuk memperoleh pahala besar dari Allah. Tapi, bagaimana caranya? Jika seorang istri ingin memperoleh pahala besar dari Allah, maka ketika malam Jumat, sang istri harus mengajak suaminya untuk melakukan empat hal. Apa sajakah itu? 1. Mengajak Suami Membaca Surah Al-Kahfi Sebuah hadis menjelaskan bahwa barang siapa yang membaca surah ini di malam Jumat maka akan dipancarkan cahaya antara dirinya sampai baitul...

Baca Selengkapnya
Tuesday, 6 December 2016   05:23:36

Motivasi Hafal Al Qur’an – Ust Syihabuddin AM, AlHafizh bersama Ust Yusuf Mansur

#tivakerudunganak #jilbabanak #isykarima

Baca Selengkapnya
Monday, 5 December 2016   05:19:06

Ustadz Salim A Fillah: Menjadi Jomblo Mulia, (persiapan) Membangun Keluarga Samara

#tivakerudunganak #jilbabtiva #hijabanak #salimfillah

Baca Selengkapnya