Artikel Terbaru

Sabtu, 22 November 2014  09:34

Mentaati dan Menjalankan Perintah Allah

Sesungguhnya keimanan yang tinggi serta ibadah tasbih dan dzikir kepada Allah saja tidak cukup. Tapi masih harus disertai dengan ketaatan dan menjalankan perintah Allah. Jika kita tidak taat dan tidak mau menjalankan perintah Allah, maka kita termasuk golongan orang yang kafir. Sebagai contoh: Iblis. Keimanan Iblis sangat tinggi. Dia sangat yakin akan keberadaan dan keesaan Allah karena dia pernah berdialog langsung dengan Allah. Dia juga rajin bertasbih dan berdzikir kepada Allah bersama kumpulan para Malaikat. Namun karena dia tidak mau menjalankan satu perintah Allah, yaitu sujud kepada Adam, maka Iblis menjadi orang yang kafir dan dikutuk oleh Allah: “Dan (ingatlah)...

Baca Selengkapnya
Sabtu, 22 November 2014  09:19

Mempelajari dan Mengamalkan Al Qur’an dan Hadits

Agama Islam merupakan agama yang mengajarkan ummatnya agar hidup bahagia di dunia dan akhirat. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi …” [Al Qashash:77] Sayangnya, banyak ummat Islam yang tidak mempelajari sumber ajaran Islam dan mengamalkannya, sehingga timbul berbagai macam bid’ah, aliran sesat, kerusakan akhlak dan lain sebagainya. Sebagai contoh, kita sering melihat orang yang beragama Islam, tapi dia tidak sholat, berjudi, berzinah, korupsi, dan sebagainya. Ada juga ummat Islam yang terjerumus ke dalam kelompok sesat seperti Inkar Sunnah yang tidak mengakui dan tidak mau mengikuti sunnah...

Baca Selengkapnya
Jumat, 21 November 2014  09:25

Beriman kepada Takdir Allah yang Baik dan Buruk

Beriman kepada Qadar/Taqdir Allah yang baik atau pun yang buruk adalah rukun Iman yang ke 6. Dari Umar bin Khaththab ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman yaitu, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan kepada takdir yang baik dan yang buruk” (HR Imam Muslim) Meski kita diperintahkan untuk berusaha sekuat tenaga dan berdo’a, namun kita harus menerima dan mensyukuri apa yang terjadi. Apa yang telah ditakdirkan oleh Allah untuk kita. Sehingga hati kita selalu bahagia. “Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123)...

Baca Selengkapnya
Jumat, 21 November 2014  09:12

Jadikan Mati Sebagai Penasehat

Banyak orang yang sengaja berbuat salah karena mereka lupa akan mati. Mereka tak segan mencuri, korupsi, merampok, bahkan membunuh untuk memenuhi nafsu duniawi. Padahal jika mereka senantiasa mengingat mati, niscaya mereka tidak akan seperti itu. Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami) Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani) Banyak juga orang yang galau, sedih, bahkan frustrasi atau depresi karena masalah dunia. Mereka merasa berada di dunia ini selama-lamanya. Sehingga berbagai masalah seperti patah hati, kemiskinan, kegagalan, itu akan menerpa mereka...

Baca Selengkapnya
Jumat, 21 November 2014  09:08

Allah Maha Besar. Manusia Lemah Tak Berdaya

Sering kita terpana dan kagum kepada kehebatan, kekuasaan, atau kekayaan seseorang. Di saat yang sama kita nyaris tidak ingat akan kebesaran Allah. Padahal sesungguhnya sehebat-hebat manusia, mereka tetap fana. Tetap akan mati. Kita lihat bagaimana para pemimpin/raja-raja yang hebat seperti Fir’aun, Iskandar Agung, Julius Cesar, Jengis Khan, Hitler, dan sebagainya sudah tiada. Tergeletak dalam kubur sebagai tulang-belulang yang tidak berdaya. Sebelum lahir mereka tiada. Saat lahir, mereka bayi yang tidak berdaya yang tidak akan hidup jika tidak diberi makan oleh orang tuanya. Saat tua mereka jadi lemah dan kemudian mati tak berdaya. Kerajaan mereka sudah dimiliki orang lain. Raja Fir’aun...

Baca Selengkapnya
Kamis, 20 November 2014  12:01

Jangan Tertipu Kehidupan Dunia dan Melupakan Akhirat!

Banyak manusia yang tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka bekerja begitu keras bahkan sampai 12 jam lebih sehari hanya untuk kebahagiaan di dunia. Namun sayangnya banyak yang tidak menyisakan setengah jam pun untuk kehidupan akhirat dengan zikir dan beribadah kepada Allah. “(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” [Al A’raaf:51] Bahkan ada yang tidak mau mengingat Allah sama sekali dan menganggap kehidupan akhirat hanyalah kebohongan yang hanya dipercaya...

Baca Selengkapnya
Kamis, 20 November 2014  11:53

Rukun Iman 6 Perkara

Iman adalah keyakinan kita pada 6 rukun iman. Tanpa iman semua amal perbuatan baik kita akan sia-sia. Tidak ada pahalanya di akhirat nanti: ”Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun…” [An Nuur:39] ”Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” [Ibrahim:18] Iman ini harus dilandasi ilmu yang...

Baca Selengkapnya
Selasa, 18 November 2014  13:52

Allah Sebaik-baik Penolong dan Pelindung!

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًۭا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” [Ali ‘Imran 173] حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ Itulah ucapan orang-orang yang beriman. Mereka mendapat nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan terhindar dari segala bencana: “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka...

Baca Selengkapnya
Selasa, 18 November 2014  13:45

Mengapa Ayat Al Qur’an Berulang dan Harus Diulang-ulang?

Mengapa ayat-ayat Al Qur’an itu sering berulang-ulang dan harus dibaca berulang kali? “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung” [Al Hijr 87] “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” [Az Zumar 23] “Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab,...

Baca Selengkapnya
Senin, 17 November 2014  09:32

Akhlak Islam Cerminan Aqidah Islam

Di bawah adalah satu artikel tentang akhlaq yang sangat menarik. Sering kita melihat Muslim yang kelihatannya ibadahnya sangat rajin, namun kadang akhlaqnya kurang. Padahal dalam Islam hubungan baik bukan cuma terhadap Allah (Hablum minallahu), namun juga terhadap manusia (Hablum minannas). Tak jarang ada juga ustad yang tidak/belum pernah tersenyum sehingga terkesan angker/menyeramkan. Banyak juga Muslim yang “Saleh” namun perkataannya nyelekit/menyakitkan orang lain. Padahal Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa tujuan beliau diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Artinya jika akhlaq seseorang buruk, maka dia bukanlah orang yang saleh meski terlihat rajin shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Mudah-mudahan kita semua bisa...

Baca Selengkapnya

Lihat Seluruh Artikel