Artikel Terbaru

Jumat, 11 Maret 2016   04:50:26

Pelantikan Utsman Sebagai Khalifah dan Baiat Umat Islam (Bagian 3)

Setelah itu, Abdurrahman berkata, “Silakan berdiri wahai Utsman.” Abdurrahman menggenggam tangannya dan bertanya, “Apakah engkau mau berbaiat untuk memimpin berdasarkan kitabullah (Al-Qur`an), sunnah Nabi-Nya, perbuatan Abu Bakar, dan Umar?” Utsman menjawab, “Iya.” Maka Abdurrahman menengadahkan kepalanya ke atap masjid sementara tangannya masih menggenggam tangan Utsman. Lalu dia berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku telah melepaskan tanggung jawab yang dibebankan pada pundakku dan menyerahkannya kepada Utsman.” Abdurrahman pun berbaiat kepada Utsman. Orang yang kedua berbaiat kepada Utsman adalah Ali bin Abi Thalib. Diikuti oleh kaum Muhajirin dan Anshar, para panglima pasukan, dan masyarakat umum. Mereka mengerubunginya hingga menutupinya di bawah mimbar. Utsman...

Baca Selengkapnya
Kamis, 10 Maret 2016   04:47:11

Pelantikan Utsman Sebagai Khalifah dan Baiat Umat Islam (Bagian 2)

Setelah itu, Abdurrahman mengambil tangan salah satu dari mereka yaitu Ali dan berkata, “Engkau memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan paling awal masuk Islam sebagaimana engkau ketahui. Maka berjanjilah kepada Allah, jika saya mengangkat engkau sebagai pemimpin maka engkau akan bersikap adil, dan jika saya mengangkat Utsman sebagai pemimpin maka engkau akan mendengar dan menaatinya?” Ali mengiyakan. Lalu Abdurrahman bertanya hal yang sama pada Utsman, dan dia pun setuju. Kemudian mereka pun berpisah. Semenjak saat itu, Abdurrahman mengemban urusan penting yang cukup berat yang harus diputuskannya pada hari ketiga sebagaimana diwasiatkan oleh Umar Al-Faruq untuk tidak...

Baca Selengkapnya
Rabu, 9 Maret 2016   16:45:23

Pelantikan Utsman Sebagai Khalifah dan Baiat Umat Islam (1)

Isyarat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang kekhalifahan Utsman dan berbagai sikap yang jelas dari para shahabat pada masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam serta dua khalifah setelah beliau, membuat Utsman menempati kedudukan tertinggi sebagai pemimpin umat Islam setelah Umar Radhiyallahu Anhu meninggal dunia. Ketika Umar dalam kondisi sakit akibat mengalami penusukan, orang-orang meminta agar mengangkat seseorang sebagai penggantinya. Maka Umar berkata, “Saya tidak menemukan orang yang paling berhak atas urusan ini daripada mereka yang ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam wafat beliau ridha kepada mereka. Siapa pun yang dipilih di antara mereka, maka dia yang menjadi khalifah setelahku.” Maka...

Baca Selengkapnya
Selasa, 8 Maret 2016   06:04:22

Satu Hal yang Membuat Alim vs Satu Hal yang Membuat Bodoh

Di zaman modern, terkadang dengan mudah sosok tertentu digelari sebagai alim (jamak: ulama). Apalagi jika didukung media. Dengan mudah seseorang akan diorbitkan. Misalnya pada bulan lalu. Seorang aktifis pembela LGBT yang tertangkap kamera menjadi peserta demo tiba-tiba tampil di sebuah stasiun televisi dengan dandanan ustadz. Parahnya lagi, dengan terang-terangan mengaku gay. Masruq rahimahullah pernah mengatakan satu hal yang membuat seseorang menjadi alim dan satu hal yang menjadi tanda bahwa orang itu jahil (bodoh). كَفَى بِالْمَرْءِ عِلْمًا أَنْ يَخْشَ اللَّهَ وَ كَفَى بِالْمَرْءِ جَهْلًا أَنْ يُعْجِبَ بِعَمَلِهِ “Cukuplah seseorang itu dikatakan alim jika ia takut kepada Allah dan cukuplah seseorang itu...

Baca Selengkapnya
Selasa, 1 Maret 2016   04:38:49

Saatnya Mengoreksi Ungkapan, “Apalah Arti Sebuah Nama” (2)

Begitu juga halnya dengan kun-yah (julukan) Abu Lahab (bapak api yang bergejolak) yang diberikan Allah kepada Abdul Uzza karena ia akan ditempatkan di dalam neraka yang memiliki lidah api. Kun-yah ini sangat layak dan pantas diberikan kepada dirinya. Demikian yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Kitab Zadul Ma’ad. Dalam kitab Tuhfah Ibnul Qayyim juga menyebutkan, barangsiapa yang mengamati sunnah maka ia akan temukan bahwa nama-nama yang ada sesuai dengan orangnya, seakan-akan nama-nama tersebut diambil dari karakter orangnya. Apabila anda ingin melihat bagaimana pengaruh nama terhadap orangnya, maka coba perhatikan hadits riwayat Said bin Al-Musayyib dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata,...

Baca Selengkapnya
Senin, 29 Februari 2016   04:33:40

Saatnya Mengoreksi Ungkapan, “Apalah Arti Sebuah Nama” (1)

Di tengah-tengah masyarakat, kita sering mendengar ungkapan, “Apalah arti sebuah nama” yang menunjukkan bahwa nama itu tidak terlalu penting bagi seseorang. Padahal, dalam agama Islam, nama itu sangat terkait dengan kepribadian pemilik nama. Hal ini pernah disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam menyebutkan beberapa kabilah Arab, أَسْلَمُ سَالَمَهَا اللهُ، وَغِفَارُ غَفَرَ اللهُ لَهَا، وَعُصَيَّةُ عَصَتِ اللهَ وَرَسُولَهُ “Aslam semoga Allah mendamaikan hidupnya, ghifar semoga Allah mengampuninya dan ushaiyyah telah durhaka terhadap Allah dan rasul-Nya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Demikian juga dengan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika melihat Sahl bin Amr datang pada hari perjanjian Hudaibiyah, beliau memujinya,...

Baca Selengkapnya
Minggu, 28 Februari 2016   06:32:42

Empat Jurus dari Rasulullah Agar Anak Tidak Terjangkit LGBT

Dalam sebuah tayangan talkshow di sebuah stasiun swasta, seorang psikiater mengatakan bahwa lesbian, gay, biseks dan transgender (LGBT) merupakan kelainan. Ya, LGBT memang meresahkan propaganda dan kampanyenya. Banyak kalangan harus diselamatkan termasuk anak-anak. Lalu, bagaimana ‘jurus’ yang diajarkan Rasulullah SAW agar anak sesuai kodratnya? Berikut untaian yang diajarkan Rasulullah agar anak laki-laki berperilaku seperti laki-laki sejati dan anak perempuan menjadi perempuan sejati: Pisahkan tempat tidur sedari kecil”Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat bila mereka telah berumur 7 tahun. Pukullah mereka karena tidak shalat bila telah berumur 10 tahun. Pisahkanlah mereka dari tempat tidur kalian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Daud, Ad-Daruquthni,...

Baca Selengkapnya
Selasa, 23 Februari 2016   04:46:43

TIPS MEMBAHAGIAKAN SUAMI (3)

Dengan cara cerdas ini, sang istri semakin dekat dengan suami, menambah kecintaannya, dan mendapatkan keinginannya. Triknya adalah dimulai dari akal dan hati dan berakhir dengan sedikit permintaan. Salah satu kunci sukses di tangan wanita ideal adalah memperlakukan suami layaknya seorang anak. Meskipun demikian, ada juga laki-laki yang perasa sehingga pujian dianggap sebagai alat merampas dan bahan untuk mengolok-oloknya. Namun jenis ini adalah dimilki sebagian kecil saja. 6. Kaum lelaki (suami) lebih senang mendapatkan penghormatan di rumah dan tamunya dimuliakan. Seorang istri yang tidak pernah menyambut kedatangan suaminya tidak senang dengan kedatangan tamunya dan tidak memuliakannya, maka tidak sebanding dengan nafkah...

Baca Selengkapnya
Senin, 22 Februari 2016   04:44:31

TIPS MEMBAHAGIAKAN SUAMI (2)

2. Wanita ideal adalah seorang perempuan sampai darah penghabisan. Keperempuanan adalah sebuah makna yang tidak dapat dirasakan, kecuali dengan mendekat, mencintai, manja, centil, melayani, dan patuh. Dengan sifat-sifat ini sempurnalah keperempuanan seorang wanita, suatu kombinasi kesempurnaan yang mampu menawan seorang laki-laki. Kaum lelaki sangat haus akan kelembutan dan keperawanan yang dapat menyempurnakan kelelakian mereka. Jika kecantikan seorang wanita pada pakaian, rambut dan raut mukanya saja dapat menarik sang suami, maka kecantikan rasa malu dan keindahan menjaga diri jauh lebih menarik hati mereka. Sebagian perempuan merasa bersalah ketika mendapati dirinya berperilaku seperti laki-laki dan merupakan suatu aib bagi seorang laki-laki bila...

Baca Selengkapnya
Minggu, 21 Februari 2016   20:44:12

TIPS MEMBAHAGIAKAN SUAMI (1)

Semua pasangan suami istri pasti mendambakan kebahagiaan. Baik suami maupun istri, sangat berperan penting untuk menghadirkan suasana bahagia dalam rumahnya. Suami sebagai kepala keluarga berkewajiban mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Istri pun berkewajiban untuk patuh kepada suami dan melayaninya sepenuh hati. Berikut adalah beberapa tips untuk membahagiakan suami: 1. Memberikan kepada suami hak-hak al-qawamah (kepemimpinan) secara mutlak, memberikan kepadanya ketaatan penuh, dan berusaha tidak berbeda dengannya, baik dalam pendapat, diskusi dan tindakan. Wanita ideal mengerti bahwa semua lelaki marah bila kepemimpinannya disaingi. Terngiang dalam telinganya wasiat-wasiat seorang perempuan Arab dahulu kepada anaknya pada malam pernikahannya, terlebih wasiat mengenai bagaimana...

Baca Selengkapnya